Jumat, 01 April 2016

Beginikah?

  Saya memiliki seorang teman yang memiliki kisah menarik untuk kita simak. Begini ceritanya. Anggap saja namanya siska, siska adalah seorang perempuan yang mencoba kuat dalam segala cobaan dan masalah yang dialaminya. Dia adalah seorang gadis yang selalu ceria di hadapan orang-orang sekitarnya sehingga orang-orang tidak mengetahui apa yang sebenarnya dia alami. Kehidupan siska awalnya sangat bahagia, dia memiliki orang tua yang cukup kaya sehingga apapun yang dia inginkan dapat dia beli. Namun suatu ketika papa siska mengalami kebangkrutan sehingga dia dan keluarganya sangat kesulitan. Papa dan mama siska selalu bertengkar. Mama siska sering menemukan bahwa papa siska berjudi, mama siska sangat marah dan pada suatu hari siska melihat  kejadian yang sangat tidak diinginkannya. Dia melihat mamanya menanggis di pinggir ruangan, dia mendekat ke mamanya dan bertanya, " Apa yang terjadi ma?". Mama siska hanya diam seribu bahasa, lalu siska bertanya lagi " Apa yang terjadi ma, kenapa mama menanggis?".  Lalu mama siska memeluk siska dengan sangat erat, Perlahan mama siska mulai menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.  siska berkata, " Begini Nak, mama sudah tidak kuat lagi menghadapi kelakuan papamu, kemarin malam bahkan sampai sekarang papamu belum juga pulang, tadi ada yang menelfon ke mama nagih utang katanya papamu minjam uangnya dan belum dikembalikan sampai sekarang, semua uang kita sudah habis dibawa papamu untuk berjudi mama sudah tidak sanggup lagi. Beberapa menit kemudian papa siska pulang, mama siska langsung histeris dan memukul papa siska dan mama siska mencium bau alkohol dari mulut papa siska, mama siska sangat marah dan memukul- mukul kepalanya sendiri seraya berkata, " Biarkan aku mati ya Tuhan, kenapa aku harus punya suami seperti ini". Melihat hal itu siska sangat sedih dan tidak sanggup menahan air mata. Air mata siska mengalir dengan sangat deras lalu siska mendekat dan memeluk mamanya dengan erat.
  Siska memang seorang gadis yang dianggap kekanak-kanakkan oleh teman-temannya. Namun sebenarnya siska adalah seorang gadis yang sudah dewasa. Semenjak kejadian itu, siska cukup terpuruk, namun dihadapan orang disekitarnya dia tetap ceria seakan tidak terjadi apa-apa. Siska hari itu tetap pergi ke sekolah. Setelah pulang sekolah siska tidak menemukan mamanya, lalu dia berusaha menanyakan kepada tetangga, tetapi tidak ada hasilnya. Semua tetangga tidak tau kemana mama siska pergi. Siska menanggis, dia tidak tau apa yang harus dia lakukan. Kemudian, hp siska berbunyi. Ternyata ada sms dari mama siska, yang berisi sis, mama pergi sebentar, gak usah cari mama, jaga adik-adik kamu ya Nak. Begitulah pesan dari mama siska. Siska mencoba menelfon mamanya namun hp mama siska sudah tidak aktif. Hati siska sangat hancur. Sesaat kemudian adik siska yang masih TK pulang dan menanyakan dimana mama, siska tidak tau harus menjawab apa. Pada akhirnya siska berusaha tegar. Beberapa hari kemudian mamanya pulang dan berusaha memperbaiki masalah ini dengan papa siska.
  Haruskah seorang anak menanggung dosa yang orangtua perbuat?. Pernahkah orangtua berpikir bahwa kesalahan dan kelakuan yang dia perbuat berdampak bagi anaknya. Maka dari itu, diharapkan kepada semua orangtua tolong pikirkan sebelum kalian berbuat. Kalian adalah contoh bagi anak-anak kalian. Ketika kalian menikah, kalian memiliki komitmen dan saling berjanji akan hidup bersama, konsekuensinya adalah kalian harus menghilangkan ego kalian agar keluarga kalian hidup bahagia.

Salam Perjuangan!tasyamila.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar