Sabtu, 02 April 2016

Setengah jiwaku

Keluarga, Mereka adalah orang yang sangat berarti untukku. Di kala aku di atas bahkan di saat aku terpuruk, mereka selalu berada disampingku. Berbahagialah teman, saat kau masih punya keluarga yang utuh. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana jika aku kehilangan salah satu dari mereka. Kini saat aku jauh dari mereka, aku selalu berusaha tegar dan kuat. Aku disini demi mereka,demi mencapai satu titik yaitu kesuksesan. Aku mau melihat mereka tersenyum karena melihatku. Hanya ini yang bisa kulakukan, walaupun ini sulit tapi demi mereka aku akan selalu tegar. Saat jauh dari mereka, ku merasakan rindu yang sangat mendalam. Ingin sekali rasanya pulang ke rumah dan langsung memeluk mereka. Disini ku merasa sendiri, tidak ada  orang yang bisa ku jadikan tempat berkeluh kesah. Mama kau adalah wanita yang sangat hebat, kau mampu membesarkanku sampai aku dewasa. Maafkan aku Ma, j ika aku sangat sering membuatmu kecewa, membuatmu terluka karena ucapan dan tindakanku. Sekarang anakmu ini sudah tumbuh menjadi wanita yang dewasa ma, usinya sekarang sudah hampir 19 tahun, tapi maaf ma, belum ada yang dapat kuberikan untukmu. Namun, aku akan berusaha ma untuk menjadi anak yang dapat kau banggakan.
  Ayah, ku tau walaupun kau jaran memperlihatkan kepedulianmu terhadapku. Ku tau kau sangat peduli dan sangat khawatir dengan putrimu ini. Maafkan aku yah, ku belum bisa menjadi putri seperti yang kau harapkan. Suatu saat ku berjanji ku akan menjadi putri yang dapat membuatmu tersenyum. Maaf yah, di usiamu yang sudah cukup tua ini kau masih harus membanting tulang untuk memenuhi kebutuhanku. Suatu saat aku berjanji yah, kau tidak akan bekerja sampai larut begini lagi, kau tidak akan pusing memikirkan cara agar semua kebutuhan kita terpenuhi. Aku janji yah, saat aku telah lulus dan telah memiliki pekerjaan aku akan membantumu.
  Adikku, maafkan kakak yang belum bisa menjadi seperti kakak yang kalian inginkan. Maaf karena kakak selalu memarahi kalian, semua itu kakak lakukan untuk kebaikan kalian. Maaf, sekarang kakak gak bisa berada di dekat kalian. Penen banget rasanya ada di samping kalian, mendengarkan semua cerita kalian. Namun, kakak disini untuk mencapai cita-cita dan impian kakak. Kakak harap suatu saat nanti kalian menjadi orang yang lebih bermanfaat dn lebih sukses daripada kakak.
  Sahabatku, Ingatlah dimanapun kalian berada keluarga kalian selalu mendoakan. Mama kalian selalu berdoa untuk kebahagiaan kalian. Ayah kalian akan selalu berusaha memenuhi semua kebutuhan kalian, walaupun dia harus bekerja sampai larut malam untuk mendapatkan uang untuk kalian. Cintailah mereka, sayangilah mereka, jangan pernah sekalipun kalian membuat mereka sedih karena kalian. Mereka adalah harta terbesar yang kalian miliki.

Salam Perjuangan!

Jumat, 01 April 2016

Beginikah?

  Saya memiliki seorang teman yang memiliki kisah menarik untuk kita simak. Begini ceritanya. Anggap saja namanya siska, siska adalah seorang perempuan yang mencoba kuat dalam segala cobaan dan masalah yang dialaminya. Dia adalah seorang gadis yang selalu ceria di hadapan orang-orang sekitarnya sehingga orang-orang tidak mengetahui apa yang sebenarnya dia alami. Kehidupan siska awalnya sangat bahagia, dia memiliki orang tua yang cukup kaya sehingga apapun yang dia inginkan dapat dia beli. Namun suatu ketika papa siska mengalami kebangkrutan sehingga dia dan keluarganya sangat kesulitan. Papa dan mama siska selalu bertengkar. Mama siska sering menemukan bahwa papa siska berjudi, mama siska sangat marah dan pada suatu hari siska melihat  kejadian yang sangat tidak diinginkannya. Dia melihat mamanya menanggis di pinggir ruangan, dia mendekat ke mamanya dan bertanya, " Apa yang terjadi ma?". Mama siska hanya diam seribu bahasa, lalu siska bertanya lagi " Apa yang terjadi ma, kenapa mama menanggis?".  Lalu mama siska memeluk siska dengan sangat erat, Perlahan mama siska mulai menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.  siska berkata, " Begini Nak, mama sudah tidak kuat lagi menghadapi kelakuan papamu, kemarin malam bahkan sampai sekarang papamu belum juga pulang, tadi ada yang menelfon ke mama nagih utang katanya papamu minjam uangnya dan belum dikembalikan sampai sekarang, semua uang kita sudah habis dibawa papamu untuk berjudi mama sudah tidak sanggup lagi. Beberapa menit kemudian papa siska pulang, mama siska langsung histeris dan memukul papa siska dan mama siska mencium bau alkohol dari mulut papa siska, mama siska sangat marah dan memukul- mukul kepalanya sendiri seraya berkata, " Biarkan aku mati ya Tuhan, kenapa aku harus punya suami seperti ini". Melihat hal itu siska sangat sedih dan tidak sanggup menahan air mata. Air mata siska mengalir dengan sangat deras lalu siska mendekat dan memeluk mamanya dengan erat.
  Siska memang seorang gadis yang dianggap kekanak-kanakkan oleh teman-temannya. Namun sebenarnya siska adalah seorang gadis yang sudah dewasa. Semenjak kejadian itu, siska cukup terpuruk, namun dihadapan orang disekitarnya dia tetap ceria seakan tidak terjadi apa-apa. Siska hari itu tetap pergi ke sekolah. Setelah pulang sekolah siska tidak menemukan mamanya, lalu dia berusaha menanyakan kepada tetangga, tetapi tidak ada hasilnya. Semua tetangga tidak tau kemana mama siska pergi. Siska menanggis, dia tidak tau apa yang harus dia lakukan. Kemudian, hp siska berbunyi. Ternyata ada sms dari mama siska, yang berisi sis, mama pergi sebentar, gak usah cari mama, jaga adik-adik kamu ya Nak. Begitulah pesan dari mama siska. Siska mencoba menelfon mamanya namun hp mama siska sudah tidak aktif. Hati siska sangat hancur. Sesaat kemudian adik siska yang masih TK pulang dan menanyakan dimana mama, siska tidak tau harus menjawab apa. Pada akhirnya siska berusaha tegar. Beberapa hari kemudian mamanya pulang dan berusaha memperbaiki masalah ini dengan papa siska.
  Haruskah seorang anak menanggung dosa yang orangtua perbuat?. Pernahkah orangtua berpikir bahwa kesalahan dan kelakuan yang dia perbuat berdampak bagi anaknya. Maka dari itu, diharapkan kepada semua orangtua tolong pikirkan sebelum kalian berbuat. Kalian adalah contoh bagi anak-anak kalian. Ketika kalian menikah, kalian memiliki komitmen dan saling berjanji akan hidup bersama, konsekuensinya adalah kalian harus menghilangkan ego kalian agar keluarga kalian hidup bahagia.

Salam Perjuangan!tasyamila.blogspot.com

Kamis, 31 Maret 2016

Syukurilah



Kita sebagai manusia sering tidak bersyukur, selalu merasa kurang. Kita selalu mengeluh dengan kehidupan yang kita jalani. Sadarkah Kawan, banyak di luar sana orang-orang yang menjalani kehidupannya jauh lebih sulit daripada yang kita hadapi sekarang. Mereka untuk mendapatkan sesuap nasi saja harus membanting tulang, sedangkan kita, kita bahkan selalu merasa kurang padahal kita bisa mendapatkan nasi dengan  mudah. 

Sadarlah Kawan, Hidup ini bukan untuk ditangisi, bukan untuk disesali. Janganlah kau isi kehidupanmu dengan berbagai macam keluhan. Hidup ini untuk diperjuangkan. Raihlah cita-cita dan impianmu selagi kau bisa meraihnya. Bahagiakanlah orang-orang yang selalu mendukungmu. Orang-orang yang selalu ada saat kau terluka. Ingatlah tanpa mereka kau bukan siapa-siapa.

Hadapilah hidup ini dengan senyuman dan berusahalah untuk menjadi manfaat bagi orang di sekitarmu.

Salam Perjuangan!